OtodetikSejarah Kamera Belakang
Pada tanggal 19 Oktober 2012, Greg Gulbransen, seorang pediatric, sedang memarkirkan kendaraannya secara mundur di rumahnya.

Namun, ia tak melihat bahwa ternyata anaknya yang berusia dua tahun, Cameron, mengikuti dari dalam rumah dan berada di belakang mobil. Tak ayal, Gulbransen pun telat menyadarinya, dan anaknya telah meninggal karena terlindas olehnya.

Dari peristiwa itulah pemerintah Amerika Serikat membuat sebuah Undang-Undang Cameron Gulbransen Kids Transportation Safety Act of 2007. Salah satu isi dari undang-undang itu adalah setiap mobil yang dipasarkan di Amerika Serikat wajib dilengkapi dengan kamera belakang dengan batas waktu pada tahun 2018.

Kenyataannya, kejadian itu bukanlah yang pertama kali terjadi. Di Amerika Sendiri
setiap tahun terjadi sekitar 15.000 kecelakaan seperti itu, dan sekitar 200 di antaranya langsung tewas. Dari jumlah itu, 30% di antaranya adalah balita. Karena itu, adanya fitur kamera belakang tentu akan mencegah terjadinya kecelakaan sejenis.

Mengingat pentingnya keberadaan kamera belakang tersebut, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai kamera belakang mobil.
 1. Beragam Jenis
Walaupun tujuan awal diciptakan kamera belakang mobil adalah untuk mencegah kecelakaan, ternyata jenis kamera belakang yang dipasang berbeda-beda di setiap mobil.
Perbedaan itu biasanya terdapat dalam jenis sudut pandang kamera yang disajikan.

Seharusnya, kamera belakang dapat menyajikan gambar sekitar 3 hingga 6 meter di belakang mobil sehingga pengemudi dapat melihat apakah ada orang atau anak kecil di belakang mobil.

Selain itu, peraturan yang ditetapkan juga mengharuskan monitor di dalam mobil langsung menampilkan gambar tak lebih dari dua detik setelah pengemudi memasukkan
gigi mundur.
Gambar itu ditampilkan melalui jaringan kabel atau nirkabel ke monitor.

Jenis kamera belakang yang terbaru bahkan tak hanya menampilkan gambar, tapi juga disertai dengan sensor suara. Jika bagian belakang mobil semakin dekat dengan objek, akan terdengar bunyi yang semakin cepat.


2. Bisa Ditambahkan

Kamera belakang tak hanya dijual sepaket dengan mobil-mobil keluaran terbaru. Bagi Anda pemilik mobil lama yang tidak dilengkapi kamera belakang, Anda juga bisa memasangnya sendiri.

Hanya saja, biaya yang dikeluarkan untuk memasang kamera belakang itu cukup mahal.

Bagian termahal adalah pada monitor yang akan diletakkan di dalam mobil. Namun, uang yang dikeluarkan tentu tak sebanding dengan nyawa anak dengan adanya kamera belakang tersebut.



3. Berubah Fungsi

Awalnya kamera belakang memang untuk mencegah terjadinya kecelakaan menabrak orang atau anak kecil yang tak terlihat di belakang mobil.

Namun, dalam perkembangannya, kamera belakang mobil justru semakin sering digunakan sebagai alat bantu untuk memarkirkan kendaraan secara mundur.

Hal itu tentu sangat membantu bagi pengemudi yang belum lancar memarkirkan kendaraannya secara mundur.

4. Mudah Dirawat

Walaupun terkesan canggih, ternyata kamera belakang mobil sangat mudah untuk dirawat. Anda cukup membersihkan lensanya secara rutin untuk mencegah kotoran yang menumpuk sehingga pandangan kamera akan terhalang.

Pembersihan kamera terutama lebih sering dilakukan apabila sedang musim hujan atau mobil Anda sering melalui jalanan yang kotor.

Walaupun keberadaan kamera belakang sangat membantu pengemudi untuk mengecek obyek di bagian belakang mobil, tapi Anda tetap tak boleh percaya sepenuhnya kepada kamera belakang.

Anda tetap harus juga mengecek melalui spion samping maupun spion dalam untuk melihat ke belakang. Jadikan kamera belakang sebagai panduan saja.

Sebab, bagi yang tak terbiasa melihat ke belakang melalui monitor kamera, pasti akan kesulitan untuk menggunakannya sebagai panduan untuk memarkirkan kendaraan.

1 comments:

 
Dealer VW Jakarta I Volkswagen Jakarta Selatan I VW Jakarta Timur I VW Bintaro I VW BSD I VW © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top